JAKARTA – FIFA Matchday November 2026 yang semula diharapkan menjadi panggung bagi Timnas Indonesia untuk menguji kemampuan justru menghadirkan perubahan agenda. Skuad Garuda tidak jadi menghadapi Yordania, sementara pertandingan melawan Kuwait juga tidak terlaksana.
Pembatalan pertandingan melawan Yordania menjadi kabar yang cukup mengejutkan. Kedua negara sebelumnya merencanakan pertandingan persahabatan pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman.
Namun, Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) mengumumkan bahwa pertandingan tersebut dibatalkan setelah menerima permintaan dari PSSI.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut faktor keamanan sebagai alasan utama. Situasi geopolitik di Timur Tengah membuat federasi harus mempertimbangkan keselamatan seluruh anggota tim sebelum menjalani perjalanan.
Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa agenda pertandingan internasional tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, harapan melihat Timnas Indonesia menghadapi Kuwait juga tidak terwujud. Kuwait memiliki agenda pertandingan sendiri menghadapi Suriah dan Honduras pada periode November.
Bagi sepak bola Indonesia, situasi ini sebenarnya cukup disayangkan. Pertandingan persahabatan internasional memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan.
Melalui laga seperti ini, pelatih bisa mengukur kualitas pemain, mencoba strategi baru, dan memperbaiki kelemahan yang ditemukan selama pertandingan.
Selain itu, pengalaman menghadapi tim dengan karakter permainan berbeda dapat membantu meningkatkan mental bertanding para pemain Indonesia.
PSSI kini dihadapkan pada pekerjaan untuk menyusun agenda alternatif bersama Badan Tim Nasional dan pelatih John Herdman.
Tantangannya adalah mencari lawan yang memiliki kualitas sepadan dan sesuai kebutuhan pengembangan tim.
Batalnya pertandingan melawan Yordania dan tidak terlaksananya rencana menghadapi Kuwait memang bukan akhir dari persiapan Timnas Indonesia.
Namun, momentum perkembangan Skuad Garuda harus tetap dijaga. Sebab, untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Asia, Indonesia membutuhkan lebih banyak pertandingan berkualitas, bukan sekadar agenda latihan rutin.
Sumber: Timnas Indonesia gagal hadapi Kuwait dan Yordania dalam Friendly Match