Kirim Artikelmu ke sini

Profil Java United FC


Profil Java United menarik perhatian setelah klub tersebut resmi memulai era baru di Kota Semarang pada musim 2026/2027. Klub ini merupakan kelanjutan dari Malut United yang sebelumnya berkompetisi di sepak bola nasional.

Java United menggunakan Stadion Jatidiri sebagai kandang dan membawa identitas baru sebagai Laskar Kepodang Emas. Kehadiran klub di Semarang diharapkan mampu memberikan warna baru bagi persaingan sepak bola Jawa Tengah sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola daerah.

Dari sisi perjalanan, klub memiliki catatan yang cukup mengesankan. Malut United mengawali kompetisi di Liga 2 musim 2023/2024 dan langsung berhasil meraih promosi ke kasta tertinggi. Semusim kemudian, klub mampu mengakhiri Liga 1 2024/2025 di posisi tiga besar.

Warisan tersebut menjadi modal penting bagi Java United untuk menghadapi tantangan berikutnya. Klub juga membawa filosofi yang menekankan kesempatan, harapan, dan kebersamaan.

Java United tidak sekadar hadir dengan nama baru. Klub ingin membangun identitas yang lebih dekat dengan masyarakat Jawa Tengah, mengembangkan potensi pemain, serta menciptakan prestasi yang bisa menjadi kebanggaan baru bagi Kota Semarang.

Baca Versi lengkapnya di sini : Profil Java United, Laskar Kepodang Emas dari Semarang

Soemitro Djojohadikoesoemo, Begawan Ekonomi Indonesia



Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga ayah dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, lahir di Gombong, Kebumen, pada 29 Mei 1917. Beliau, merupakan anak sulung Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang juga pendiri Bank Negara Indonesia, bernama Siti Katoemi Wirodihardjo.

Soemitro malangsungkan kuliah di Netherlands School of Economics, sekarang Erasmus University Rotterdam, dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts.  Selanjutnya beliau melanjutkan kuliah hingga mendapat gelar doctor di universitas yang sama.  

Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar, yang memiliki empat anak, yaitu Biantiningsih, yang menjadi lulusan Harvard, Maryani, seorang ahli mikrobiologi, Prabowo Subianto, presiden Indonesia, dan Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha
Pada tahun 1950, Soemitro  dipercaya menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia pada tahun 1950, dan kemudian menjadi Menteri Keuangan  tahun 1955 hingga 1956.  

Tahun 1955, ia mendirikan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan mengusung Fakultas Ekonomi U I menjadi pusat studi andalan. Dari tahun 1942 hingga 1994,  ia menulis sekitar 130 buku dan makalah. Di Universitas Indonesia, Sumito sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi.
pada 1957, Sumitro bergabung dengan PRRI/Permesta, dan tinggal di luar negeri. Ketika Suharto menggantikan Sukarno, beliau menugaskan Ali Murtopo,  untuk memulangkan Soemitro ke Indonesia.
 
Selanjutnya, Sumitro diangkat menjadi Menteri Perdagangan dari 1968 hingga 1973, dan Menteri Negara Riset  1973 sampai dengan 1978.  Bapak dari Presiden Prabowo ini tutup usia pada 9 Maret 2001 di Jakarta setelah berjuang melawan penyakit jantung, Di usia hampir 84 tahun.

Profil Soemitro Djojohadi koesoemo


My Blog List