JAKARTA — Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan tokoh penting dalam perkembangan kosmetik lokal, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun.
Martha mengembuskan napas terakhir di RS Medistra, Jakarta, pukul 06.22 WIB. Kepergiannya meninggalkan sejarah panjang tentang bagaimana usaha sederhana dapat berkembang menjadi bisnis kecantikan berskala besar.
Perjalanan Martha Tilaar dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta. Dengan bekal pendidikan kecantikan dan ketekunan membangun usaha, ia perlahan mengembangkan bisnisnya.
Tujuh tahun kemudian, Martha meluncurkan Sariayu. Merek tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan kosmetik yang mengangkat bahan alami serta inspirasi budaya Indonesia.
Perkembangan bisnis berlanjut melalui pendirian PT Martina Berto pada 1981 bersama Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady. Perusahaan ini memperkuat kemampuan produksi dan pengembangan produk kecantikan.
Martha tidak hanya mengandalkan kekuatan merek. Ia membangun bisnis dengan mengembangkan manufaktur, riset, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi. Pendekatan tersebut membuat usahanya berkembang menjadi kelompok bisnis dengan berbagai bidang kegiatan.
Ciri khas yang terus diangkat adalah perpaduan pengetahuan modern dan tradisi lokal. Tanaman obat, rempah, serta pengetahuan perawatan tubuh Nusantara menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan produk.
Martha juga memberi perhatian pada pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan. Baginya, pertumbuhan usaha dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Keluarga menjadwalkan pemakamannya pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Kepergian Martha Tilaar menandai berakhirnya perjalanan seorang perintis. Namun, perusahaan dan gagasan yang ia bangun tetap menjadi bagian penting dari sejarah industri kecantikan Indonesia.
