Perang Dunia II yang berlangsung sejak 1939 mempertemukan Blok Poros melawan Blok Sekutu. Pada 1945, posisi Jepang semakin terdesak. Pada 26 Juli 1945, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok mengeluarkan Deklarasi Potsdam yang menuntut Jepang menyerah tanpa syarat.
Jepang tidak segera menerima tuntutan tersebut. Situasi semakin memburuk setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan melalui siaran radio bahwa Jepang menerima ketentuan Deklarasi Potsdam dan mengakhiri perang.
Berita tersebut memicu semangat para pejuang Indonesia untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar kemerdekaan diumumkan tanpa menunggu keputusan Jepang maupun Sekutu. Perbedaan pandangan membuat para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.
Setelah tercapai kesepakatan, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Malam harinya, teks proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Keesokan harinya, 17 Agustus 1945, Soekarno didampingi Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Peristiwa tersebut menjadi tonggak lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka
