Kawasan elok di selatan Sumatra itu oleh para petualang Eropa di abad kesembilan
belas dikenal sebagai tanah "liar", rumah para jagoan yang tak segan memenggal
kepala, para pendekar yang bahkan tak dapat ditaklukkan pemerintah kolonial
Belanda. Namun Elio Modigliani, seorang penjelajah muda dari Italia, menjejakkan
kaki di sana serta keluar-masuk dari satu desa ke desa lain dan pulang dalam
keadaan utuh. Didampingi empat pemburu sewaan dari Jawa, Modigliani tak hanya
berhasil mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan dan budaya Nias, tetapi juga
diam-diam membawa pulang 26 tengkorak manusia yang kemudian disumbangkannya ke
Museum Nasional Antropologi dan Etnografi di Florence untuk riset mereka.
Pertanyaan besarnya, mengapa Modigliani tak terbunuh, padahal para petualang
lain harus kocar-kacir menyelamatkan diri? Kini Vanni Puccioni, cucu direktur
museum yang
Sumber
:http://bukubaroe.blogspot.co.id/2017/01/tanah-para-pendekar-petualangan-elio.html
Budaya
Profil Java United FC
-
*Profil Java United* menarik perhatian setelah klub tersebut resmi memulai
era baru di Kota Semarang pada musim 2026/2027. Klub ini merupakan
kelanjutan ...
